I. LATAR BELAKANG
Organisasi adalah sebuah wahana untuk berjuang, untuk mencapai apa yang diinginkan dan disepakati oleh masyarakat pemberi amanah, dan untuk memupuk kesadaran akan identitas diri dan komunitas. Wajhah pada gilirannya dibentuk untuk memetakan jalan menuju tujuan dan sekaligus meng-efektif dan efisien-kan upaya yang mesti dilakukan dalam usaha pencapaian tujuan tersebut. Namun demikian, organisasi mahasiswa –yang walaupun terkenal kuat dan terbukti mampu menurunkan beberapa presiden dalam sejarah republik ini- merupakan organisasi yang sangat rentan perpecahan dan „kematian“ organisasi. Hal ini terjadi karena adanya kelemahan pengelolaan organisasi yang notabene terdiri dari kepala-kepala kritis, revolusioner dan sensitif. Kepala-kepala yang dikatakan „berdarah muda“ dan cenderung merupakan klasifikasi kepala-kepala yang paling sulit disatukan dibandingkan dengan golongan kepala lain. Kondisi yang muncul tidak lain karena adanya idealisme (=egoisme?) yang dominan menjadi isinya.
Kapabilitas me-manage konflik yang rentan muncul pada akhirnya merupakan tuntutan yang mesti dipenuhi oleh setiap aktifis organisasi mahasiswa. Ketiadaan kemampuan ini akan mengarah pada sikap skeptis, egosentris, emosional atau permisiv. 4 sikap yang kelak kan menjadi kendala bagi terciptanya organisasi yang sehat.
II. HAL-HAL PENYEBAB TERJADINYA KONFLIK
Seorang bijak pernah mengatakan, “tak akan ada asap bila tidak ada api”. Demikian pula halnya dengan sebuah konflik. Beberapa faktor munculnya konflik yang terjadinya di dalam perjalanan sebuah ormawa, pada dasarnya adalah sebagai berikut:
- ketidakpahaman/ketidaktahuan
- ketidakterakuan
- aspirasi yang terlalaikan
- sensasi
III. LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN KONFLIK
Langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk menangani konflik adalah sebagai berikut:
1.Telaah sebab
2.Kajian relevansi
3.Realisasi aspirasi
IV. HAL YANG SEBAIKNYA DIPERHATIKAN BILA TERJADI KONFLIK
Penyelesaian konflik melibatkan berbagai hal yang terkadang kita pandang sepele. Ingatlah bahwa sebuah senyuman dapat membuat seseorang terbunuh, ketika di sisi lain, sebuah senyuman membuat orang mengurungkan niat membunuh. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika me-manage sebuah konflik, diantaranya ialah:
- mimik
- bahasa: menekankan dan mengurangi tekanan akan suatu hal
- pewacanaan
- lobi (pengaruh, singgung kepentingan orang lain yang sesuai dengan solusi konflik)
Selain itu ada beberapa hal yang mungkin penting untuk ikut diperhatikan, diantaranya ialah:
- Memotong adalah bagian dari manajemen konflik
- To lead is to influence
- Konflik adalah bukti kedekatan. Bukan horror (paketrok piring tara jeung nu jauh)
- Ikhlas dan tegas
Sabar
V. MENCIPTAKAN KONFLIK UNTUK MENGHILANGKAN KONFLIK
Adakalanya konflik yang diatur, mampu menyelesaikan konflik yang sepertinya sulit diselesaikan. Adapun langkah yang sebaiknya diperhatikan dalam menyusun konflik terencana, adalah sebagai berikut:
- Analisa
- Tentukan kadar dan kedalaman konflik
- Buat perangkat: pemicu, peledak, pendingin dan si bijak
- Realisasi
- Rehabilitasi
- Penguatan kondisi
V. PENUTUP
Setiap manusia sudah diamanahi rentang waktu tertentu untuk mempersiapkan dirinya menuju keabadian hidup kelak, sedangkan kita paham, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi saudaranya. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak lalai dalam mengemban amanah. Semoga kita termasuk barisan orang yang akan menghadap ke majelisNYA dengan anugerah kemuliaan seorang mujahid. Amin.
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

