<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Misi Pluralisme Di Balik Novel Ayat-ayat Cinta</title>
	<atom:link href="http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/</link>
	<description>menanam sabar, menuai syukur...itulah kehidupan semestinya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2009 01:41:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sangmalam</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-54</link>
		<dc:creator>sangmalam</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 03:24:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-54</guid>
		<description>wah wah wah....mendalam juga ni teteh hehe...yup! ana kira bagi semuanya ni bermanfaat masukan dari Ghoziyya.. nuhun ya teh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah wah wah&#8230;.mendalam juga ni teteh hehe&#8230;yup! ana kira bagi semuanya ni bermanfaat masukan dari Ghoziyya.. nuhun ya teh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ghoziyya</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-49</link>
		<dc:creator>ghoziyya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 03:50:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-49</guid>
		<description>yah ... setelah nonton film ini agak kecewa juga sih. inti dari novelnya itu sendiri gak terangkat. sayang sekali jadi misi dakwahnya gak kena. Allohu A&#039;lam tapi kita ambil sisi positifnya saja. bagi yang masih awam ini mungkin sesuatu yang baru seperti ikhwan yang tak boleh bersentuhan akhwat ternyata banyak yang belum tahu lho... ini mengingatkan kita bahwa lahan dakwah kita masih banyak walaupun fasilitas sudah tersedia. memang diakui oleh sang sutradara gak akan sama novel dg filmnya karena beda medianya, walaupun begitu ia tdk setuju dg poligami. nah lho!  pastinya setiap org yang sudah membaca novelnya kemudian liat filmnya pasti kecewa. soalnya sangat berbeda pisan..ada beberapa adegan lucu ketika hari pertama fahri keluar penjara dan beristri dua. aisha berkata: mau tidur dimana?. akhirnya masing2 tidur di kamar yang berbeda.he..he.. bingung jadinya abis cantik2 sih. jg ditampilkan juga adegan-adegan mesra ketika fahri bersama aisha dan diliat maria atau kebalikannya. ketika beradegan seperti itu, kebayang perasaan maria atau aisha ketika melihat fahri sama yang lain. ah kadang kalau memikirkan perasaan teh..jadi inget sendiri.gimana yah kalau suami kita menikah dg yang lain dan bermesraan di hadapan kita? itulah harga yang dipertaruhkan dan diperjuangkan seorang wanita yang suaminya berpoligami, jaminannya masuk surga tanpa ngantri lho... pertanyaannya apakah saya siap ketika Allah menakdirkan kita seperti itu? Allohu A&#039;lam tapi yang pasti saya yakin Alloh memberi ujian sesuai tingkat keimannannya.btw, setelah film ini mudah-mudahan akan ada lagi film yang mengusung islam dengan sebenarnya tanpa harus ada polemik lagi artinya diterima oleh semua kalangan.Aamiin ALLOHU AKBAR!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah &#8230; setelah nonton film ini agak kecewa juga sih. inti dari novelnya itu sendiri gak terangkat. sayang sekali jadi misi dakwahnya gak kena. Allohu A&#8217;lam tapi kita ambil sisi positifnya saja. bagi yang masih awam ini mungkin sesuatu yang baru seperti ikhwan yang tak boleh bersentuhan akhwat ternyata banyak yang belum tahu lho&#8230; ini mengingatkan kita bahwa lahan dakwah kita masih banyak walaupun fasilitas sudah tersedia. memang diakui oleh sang sutradara gak akan sama novel dg filmnya karena beda medianya, walaupun begitu ia tdk setuju dg poligami. nah lho!  pastinya setiap org yang sudah membaca novelnya kemudian liat filmnya pasti kecewa. soalnya sangat berbeda pisan..ada beberapa adegan lucu ketika hari pertama fahri keluar penjara dan beristri dua. aisha berkata: mau tidur dimana?. akhirnya masing2 tidur di kamar yang berbeda.he..he.. bingung jadinya abis cantik2 sih. jg ditampilkan juga adegan-adegan mesra ketika fahri bersama aisha dan diliat maria atau kebalikannya. ketika beradegan seperti itu, kebayang perasaan maria atau aisha ketika melihat fahri sama yang lain. ah kadang kalau memikirkan perasaan teh..jadi inget sendiri.gimana yah kalau suami kita menikah dg yang lain dan bermesraan di hadapan kita? itulah harga yang dipertaruhkan dan diperjuangkan seorang wanita yang suaminya berpoligami, jaminannya masuk surga tanpa ngantri lho&#8230; pertanyaannya apakah saya siap ketika Allah menakdirkan kita seperti itu? Allohu A&#8217;lam tapi yang pasti saya yakin Alloh memberi ujian sesuai tingkat keimannannya.btw, setelah film ini mudah-mudahan akan ada lagi film yang mengusung islam dengan sebenarnya tanpa harus ada polemik lagi artinya diterima oleh semua kalangan.Aamiin ALLOHU AKBAR!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: RINGO SIRINGGORINGGO</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-41</link>
		<dc:creator>RINGO SIRINGGORINGGO</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 08:53:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-41</guid>
		<description>Cerita yg ada di film udah banyak yg berbeda dengan novel aslinya, banyak scene2x yg gak penting malah ditampilkan, tapi point dari scene yang penting dan justru inti dari cerita banyak yg tidak tampil di film nya, sangat disayangkan…..
contoh yang jelek seperti waktu maria ditabrak mobil, padahal di novel itu tidak ada, yg ada di novel maria masuk rumah sakit karena stress berat mendengar fahri sudah menikah.
lalu suasana tidak mencerminkan kota mesir, lalu si aisyah bukan naek mobil Mercy tapi seharusnya mobil Nissan Terano yang disetir sama dia sendiri.
lalu penjara tempat fahri di kurung tidak terlihat suram seperti di novel, yg ada di film malah suasana yg bersih cman ditambah dengan tikus doang, padahal kalau emang niat buat film, harus buat seting suasana yang mengena sama penonton, bisa aja lantai yg dibuat rusak dengan ada genangan airnya plus tikus2x nya, di film malah lantai nya mulus tapi kok ada tikus nya??? aneh kan???
jujur aja kurang kena di film nya ama saya, saya lebih senang membaca novel nya, mudah2xan ini input buat para sutradara untuk lebih memperhatikan detail2x suasana dan point2x penting alur ceritanya, gak perlu ditambah2x kalau membuat cerita jadi norak (pake tabrakan segala, emang pilem india) :))
LOL
HIDUP PILEM INDONESIA !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita yg ada di film udah banyak yg berbeda dengan novel aslinya, banyak scene2x yg gak penting malah ditampilkan, tapi point dari scene yang penting dan justru inti dari cerita banyak yg tidak tampil di film nya, sangat disayangkan…..<br />
contoh yang jelek seperti waktu maria ditabrak mobil, padahal di novel itu tidak ada, yg ada di novel maria masuk rumah sakit karena stress berat mendengar fahri sudah menikah.<br />
lalu suasana tidak mencerminkan kota mesir, lalu si aisyah bukan naek mobil Mercy tapi seharusnya mobil Nissan Terano yang disetir sama dia sendiri.<br />
lalu penjara tempat fahri di kurung tidak terlihat suram seperti di novel, yg ada di film malah suasana yg bersih cman ditambah dengan tikus doang, padahal kalau emang niat buat film, harus buat seting suasana yang mengena sama penonton, bisa aja lantai yg dibuat rusak dengan ada genangan airnya plus tikus2x nya, di film malah lantai nya mulus tapi kok ada tikus nya??? aneh kan???<br />
jujur aja kurang kena di film nya ama saya, saya lebih senang membaca novel nya, mudah2xan ini input buat para sutradara untuk lebih memperhatikan detail2x suasana dan point2x penting alur ceritanya, gak perlu ditambah2x kalau membuat cerita jadi norak (pake tabrakan segala, emang pilem india) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )<br />
LOL<br />
HIDUP PILEM INDONESIA !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yanti</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-32</link>
		<dc:creator>Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 05:48:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-32</guid>
		<description>Multi presepsi! dari novel ini bisa terjadi:
Sosok Fahri digambarkan sebagai orng indonesia yang mengokohkan kesan ISLAM INDONESIA YANG MODERAT, kesan diperkuat dengan pandangan bahwa setiap bule yang punya visa adalah ahlul dzimah (visa dikonotasikan jizjah????????????), sehingga orang yang ANTI SPILIS jelas melihatnya seperti agen pluralis.   Fahri juga digambarkan sebagai  hafidzul qur&#039;an dan menjaga ijtimai&#039;, bagi orang yang ahli zuhud, ini jadi poin kebanggan.  bagi masyarakat awam, mungkin melihat sosok fahri yang dicintai banyak wanita, dan bagaimana batin fahri berpetualang mendalami 4 cinta yang ditawarkan pada dirinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Multi presepsi! dari novel ini bisa terjadi:<br />
Sosok Fahri digambarkan sebagai orng indonesia yang mengokohkan kesan ISLAM INDONESIA YANG MODERAT, kesan diperkuat dengan pandangan bahwa setiap bule yang punya visa adalah ahlul dzimah (visa dikonotasikan jizjah????????????), sehingga orang yang ANTI SPILIS jelas melihatnya seperti agen pluralis.   Fahri juga digambarkan sebagai  hafidzul qur&#8217;an dan menjaga ijtimai&#8217;, bagi orang yang ahli zuhud, ini jadi poin kebanggan.  bagi masyarakat awam, mungkin melihat sosok fahri yang dicintai banyak wanita, dan bagaimana batin fahri berpetualang mendalami 4 cinta yang ditawarkan pada dirinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vyedey</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-31</link>
		<dc:creator>vyedey</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 06:31:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-31</guid>
		<description>Kalau toh turis itu intelegen yang sedang menyamar, ya tetap saja tidakk boleh diperlakukan dengan buruk apalagi  tuduhanmu kalau dia inteligen  juga belum terbukti. Apalagi statusnya tamu, bukanya wajib menjamu  dengan baik tamu yang datang?
Pada zamannya nabi saja yang jelas2 tawanan juga harus diperlakukan baik...., bukannya islam itu rohmatan lil alamin ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau toh turis itu intelegen yang sedang menyamar, ya tetap saja tidakk boleh diperlakukan dengan buruk apalagi  tuduhanmu kalau dia inteligen  juga belum terbukti. Apalagi statusnya tamu, bukanya wajib menjamu  dengan baik tamu yang datang?<br />
Pada zamannya nabi saja yang jelas2 tawanan juga harus diperlakukan baik&#8230;., bukannya islam itu rohmatan lil alamin ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bsw</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-26</link>
		<dc:creator>bsw</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 02:02:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-26</guid>
		<description>Kalaupun benar, kenapa yg bikin tulisan ini nggak bikin novel atau buku semacam saja dengan misi yg berbeda? 
Sepertinya sikap curiga terus yg selalu dikembangkan. Paranoid jadinya…..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalaupun benar, kenapa yg bikin tulisan ini nggak bikin novel atau buku semacam saja dengan misi yg berbeda?<br />
Sepertinya sikap curiga terus yg selalu dikembangkan. Paranoid jadinya…..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aRuL</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-25</link>
		<dc:creator>aRuL</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 17:41:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-25</guid>
		<description>Yah di bagian2 ayat-ayat cinta itu memang saya sedikit berfikir seperti anda,
makanya orang2 harus waspada sih, tapi overall ceritanya membangkitkan jiwa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah di bagian2 ayat-ayat cinta itu memang saya sedikit berfikir seperti anda,<br />
makanya orang2 harus waspada sih, tapi overall ceritanya membangkitkan jiwa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: decon</title>
		<link>http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/06/misi-pluralisme-di-balik-novel-ayat-ayat-cinta/#comment-20</link>
		<dc:creator>decon</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 12:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sangmalam.wordpress.com/?p=30#comment-20</guid>
		<description>wah maut juga sisi pandangnya .. :) 

hummm wah ALhamdulillah aku dah baca sebelum mengenal manhaj .. jadi sekarang dah nggak pernah baca novel lagi .. :) n&#039; usahakan cari yang bermanfaat untuk dibaca demi dunia dan akhirat ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah maut juga sisi pandangnya .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>hummm wah ALhamdulillah aku dah baca sebelum mengenal manhaj .. jadi sekarang dah nggak pernah baca novel lagi .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  n&#8217; usahakan cari yang bermanfaat untuk dibaca demi dunia dan akhirat ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
