HAKIKAT MAHASISWA

Ba’da Tahmid wa shalawat

I. LATAR BELAKANG
Sungguh akan menjadi lebih baik bagi seseorang yang mau bergerak maju, untuk terlebih dahulu mengetahui posisi di mana dirinya berada sekarang. Seseorang yang ingin mencapai kota Jakarta, sedangkan ia mengetahui bahwa dirinya tengah berada di kota Bandung, maka pastilah ia ayunkan langkah kepastian ke arah barat. Seseorang yang mau membangun rumah dan menyadari bahwa lokasi pembangunan adalah tanah berawa-rawa, maka ia akan menjadikan penimbunan dan penguatan fondasi sebagai langkah awalnya. Bagi anda yang mau lulus ujian Zertifikat Deutch, dan anda menyadari kekurangmampuan anda dalam Fertigkeiten dasar, maka opsi pembelajaran pertama akan jatuh pada Themen Neu 1 atau sejenisnya. Ketidakpahaman akan posisi diri, dalam konteks apapun, akan berimbas baik secara langsung maupun tidak kepada kualitas (kadang kehancuran) hasil kerja kita. Arah timur, bukanlah arah menuju Jakarta bila anda berada di Bandung, rumah yang dibangun di atas tanah berawa, tanpa fondasi kuat, hanyalah merupakan langkah menuju kesia-siaan, dan menempuh ZD tanpa memahami Fertigkeiten lebih mirip upaya “bunuh diri“ daripada ujian.
Pemahaman akan posisi diri memberikan ketepatan bersikap dalam masyarakat, kepandaian memimpin dalam berorganisasi, keadaptifan dalam bersosialisasi, dan melahirkan totalitas perjuangan yang tak akan mati. Sahabat-sahabatku para mahasiswa, kalian adalah ujung tombak perubahan, kalian adalah agent of change, marilah kita bersama-sama pahami posisi pijakan kita, agar bisa meloncat meraih bintang terindah tuk kita persembahkan pada agama, orangtua, saudara, bangsa dan diri kita, mengukir senyum abadi di muka mereka yang menyayangi kita.

II. HAKEKAT, SEBUAH KESADARAN TETINGGI
‚Hakekat’ pada dasarnya merupakan status/posisi suatu hal dalam suatu perspektif yang dipandang fundamental. Ketika seseorang mengatakan, „pada hakekatnya, kita semua sepakat dalam hal ini, namun masih ada beberapa hal yang harus kita bicarakan“ maka ia bermaksud bahwa semua yang hadir menyepakati topik pembicaraan dalam tataran yang ideal atau mendasar, namun memandang ada beberapa hal yang secdara realistis menjadi hambatan untuk mencapai kemufakatan secara bulat.
Hakekat berangkat dari kenyataan dan tuntutan, berangkat dari kelemahan atau harapan akan kekuatan, berangkat dari yang seharusnya dilakukan dan kemurnian tujuan. Sedangkan pengejawantahannya berkutat seputar usaha, perjuangan, dan pengorbanan, bernuansa peluh dan darah dan berujung kebahagiaan sejati.
Hakekat memang pada dasarnya merupakan sesuatu yang cenderung alamiah, namun penjiwaan akan hakekat tersebut umumnya diupayakan melalui internalisasi nilai-nilai atau ekspresi dan aktualisasi fitrah internal manusia.
Saudaraku, hakekat sangat mungkin mempunyai keterkaitan secara semantik dengan fitrah. Fitrah manusia adalah ISLAM. Apapun agamanya, karena hanya ISLAM yang ‚dirancang’ oleh Dzat Maha Agung yang juga ‚merancang’ manusia. Cara merawat mesin cuci merk Toshiba, tentunya akan diterangkan dengan detil dan tepat dalam buku tata perawatan mesin cuci yang dikeluarkan oleh Toshiba. Bila menggunakan prosedur milik Sanken, Blumen atau yang lainnya, maka kerusakanlah yang akan didapat. Bagaimana cara hidup yang membahagiakan dan menuju pada kebahagiaan sejati, hanya didapat dalam al-Huda yang disusun oleh ALLAH, bukan oleh manusia.

III. ANTUM ADALAH PARA MUJAHID ITU!
Saudaraku, suatu saat Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa ISLAM akan jaya di akhir jaman. Beliau juga pernah menggambarkan bahwa kaum muslimin di akhir jaman banyak jumlahnya, lamun lemah bagaikan buih. Mereka bagaikan hidangan yang diperebutkan oleh makhlus buas tak beradab yang kelaparan. Saat ini, kebenaran hadist ke-dua tampak dengan sangat jelas di depan mata kita. Kita masih ingat, bagaimana saudara-saudara kita dulu di Jerusalem, Andalusia, Bosnia dan Myanmar dibantai dengan tidak berperikemanusiaan. Lalu kini kita saksikan kaum muslimin di Chechnya, Pattani dan Narathiwat, Iraq, Afghanistan, Filipina, Amerika, di tanah jihad abadi Palestina, dan bahkan di negeri dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, Indonesia, mengalami penderitaan tak terperi akibat perlakuan msusuh-musuh ISLAM. Wilayah konflik dimanapun di dunia ini, hampir seluruhnya menjadikan umat ISLAM sebagai korban. Di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan kita saksikan ketertinggalan yang benar-benar memalukan dari negara-negara ISLAM. Di bidang militer, kesehatan lingkungan, ekonomi atau kulaitas SDM, negeri-negeri ISLAM berada di papan terbawah.
Saudaraku, ISLAM adalah ajaran yang Syamil muttakamil. Berisi pedoman hidup yang akan menjaga martabat manusia tetap sebagai manusia, memenuhi fitrah menuju sang Khalik, berisi petunjuk tentang kekuasann ALLAH di alam semesta ini. Ketika kaum muslimin berpegang teguh padanya, maka kejayaan ada di tangan kita. Bisa kita saksikan bagaiman baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan di dunia pada masanya, sehingga banyak sarjana-sarjana barat berbicara bahasa Arab di Eropa untuk menunjukkan bahwa mereka adalah kaum terpelajar, bagaimana rumah sakit menjadi tambatan umat karena gratis dan berkualitas. Kota-kota tertata rapi dengan saluran air, ketika kaum kuffar Eropa masih berkubang dalam lumpur akibat pola hidup kotor. Agama mulia ini memuliakan manusia, bila manusia berpegang teguh padanya.
Saudaraku, wasilahnya, ISLAM tak akan mungkin jaya apabila para pembelanya hanyalah buih yang tak berdaya upaya. Akhir jaman telah tiba, dan insya ALLAH akan dating sekelompok pembela ISLAM yang berupa gelombang. Menghempaskan kebathilan dan kejahilan, menuansai umat dengan warna agung, membawa kesejahteraan bagi seluruh kaum. Saudaraku, antumlah para mujahid itu!.

IV. TERBANGLAH 4 SAYAP KEBANGGAAN!
Mahasiswa adalah makhluk yang mempunyai 4 sayap. Kemampuan mengoptimalkannya akan mampu membawa si empunya sayap terbang ke angkasa, melesat menembus awan, meraih bintang yang dicitakan. Keempat sayap tersebut, tergambar sebagai berikut:
1. SENJATA UTAMA: BUKU!
Sahabat-sahabatku, izinkan kuceritakan sebuah kisah…
Di zaman kerajaan dahulu kala, ada seorang raja yang membutuhkan seorang khadimat untuk menjalankan tugas-tugas pemeliharaan taman istana. Setelah melalui seleksi atas sejumlah calon, maka terpilihlah seorang pemuda sebagai khadimat yang bertugas mengurus taman istana yang terkenal keindahannya ke seluruh pelosok negeri.
Singkat cerita, pemuda ini berhasil menjalankan amanahnya dengan sangat baik. Keindahan taman istana bukan saja berhasil dijaga, bahkan pemuda ini membuatnya tampak lebih indah dengan kolam yang berhias ikan warna-warni dan tanaman air, pendopo beralas permadani dan bale-bale bambu dan jembatan-jembatan kayu kecil.
Satu saat, khadimat yang mempunyai amanah mengurus gedung istana ditugasi untuk menyertai rombongan raja dalam kunjungan kenegaraan ke negeri lain, maka raja meminta sang pemuda untuk menyisihkan sedikit waktu untuk sekedar membersihkan gedung istana.
Ternyata mengurus gedung istana ia pandang lebih menyenangkan daripada mengurus taman. Dia bisa bekerja di bawah atap, tanpa terik matahari, melihat bahkan kadang mencoba pakaian raja yang mewah, atau sekedar melongok ke dapur dan mencicipi masakan-masakan lezat.
Terbiasa dengan keadaan ini, sang pemuda mulai meluangkan lebih banyak waktu mengurus gedung istana daripada tugasnya terdahulu, sehingga istana tampak menjadi kemilau dalam kebersihan dan kerapihannya. Pemuda tersebut berpikir, tentulah raja akan senang dan memujinya, bahkan mungkin memberinya berbagai hadiah atas pekerjaannya.
Satu hari, berderaplah kereta kuda raja kembali di pelataran istana. Sang pemuda telah menanti dengan tegang, tegang karena membayangkan pujian dan hadiah yang dia akan terima, berdegup dalam kegairahan, lalu semua itu hilang serentak tatkala ia meluhat wajah baginda raja..
Di hadapan raja tampaklah kini taman istana yang sudah berganti wujud menjadi semacam huan kecil tak terurus. Ilalang tumbuh dimana-mana, rumput meninggi menutupi pandangan, ikan di kolam mati, kolamnya sendiri berwarna hijau akibat sirkulasi yang tersendat. Tak sedikitpun raja menoleh gedung istananya, ia lebih tertarik pada amanah pemuda mengurus taman yang tampaknya telah ia lalaikan. Raja mendelik pada pemuda yang berdiri gemetar ketakutan dengan geram, lalu melangkah mendekatinya…
Sahabatku, universitas adalah tempat belajar tema-tema pilihan kita. Itulah alasan kita bersusahpayah menempuh berbagai ujian untuk meraihnya. Itulah amanah utama kita. Bila memang sahabat masuk univesitas untuk menjadi aktifis tok, maka jujurlah kepada orang tua dari awal, karena apology „akademis kurang bagus karena tersisihkan oleh organisasi“ hanyalah cerita kaum lemah yang mencari kambing hitam.

2. INILAH JALANMU, IBU
Disadari atau tidak, mahasiswa merupakan kalangan elite di Republik ini. Dari sekitar 200 juta penduduk, hanya 7% saja yang dianugerahi kesempatan untuk menjadi kelompok masyarakat yang terdidik, intelek, dan mempunyai bargaining power yang diperhitungkan oleh dunia. Raider adalah pasukan elite terbesar di dunia, namun komposisi antara raider dengan pasukan reguler, tidak sebesar komposisi antara mahasiswa dengan jumlah penduduk Indonesia. 7% saja, tidak mencapai 1/10nya dan kalian termasuk diantara yang sedikt itu.
Sebagai kalangan yang kelak menduduki jabatan-jabatan strategis, mahasiswa mempunyai daya dobrak dan daya tawar yang luar biasa besarnya. Pemahaman akan essensi mahasiswa sebagai komunitas terdidik yang akan menggantikan kalangan elite pemerintahan saat ini, menjadikan mahasiswa sebagai kekuatan sosial dan politis yang mesti diperhitungkan oleh siapapun yang duduk di atas kursi kepresidenan. Gerakan mahasiswa Afghanistan (taliban), aksi mahasiswa Cina di Tiannanmen, pembaharuan kemasyarakatan di Mesir, dan jatuhnya presiden-presiden di Indonesia merupakan realita yang menjadi saksi kekuatan itu. Alangkah sayangnya apabila kekuatan itu disia-siakan hanya karena ketidakpahaman. Lebih sayang lagi apabila disalahgunakan akibat kebodohan.
Sahabatku, sudah menjadi rahasia umum bahwa nasib ratusan juta manusia di bumi Indonesia ditentukan hanya oleh segelintir orang saja. Apakah mau disengsarakan dengan harga-harga barang yang tinggi di saat ekonomi rakyat kebanyakan melemah, atau mau dibungkam keinginan-keinginan berpendapat oleh dinginnya lantai dan terali besi penjara, apakah mau dibuat kebingungan dengan dijualnya aset-aset strategis negara, atau dibuat bodoh dengan meningkatkan biaya untuk memperoleh pendidikan.
Masih teringat di benak kita, lantunan suara guru tercinta kita di SD yang mengatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia diciptakan untuk “memisahkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin”. Sebuah lagu usang tak berisi karena kenyataan menunjukkan dominan masyarakat Indonesia tidak bisa menamatkan sekolah karena mahalnya biaya pendidikan di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Hanya segelintir orang saja yang mampu. Sedangkan di lan pihak, dunia kerja dan posisi-posisi elite hanya membutuhkan orang yang berpendidikan. Sebagai konsekuensinya, sistem pendidikan kita justru memperbesar, memperdalam, dan memperluas jurang pemisah antara sang miskin dengan si kaya. Itu satu kerancuan dalam kehidupan berbangsa kita. Masih ada ratusan lainnya. Masihkan kita mau berpangku tangan dengan mengatakan, bahwa kita datang ke kampus hanya untuk kuliah titik, sedangkan di tangan kita ada -dengan izin ALLAH- kekuatan untuk merubahnya? Katakanlah wahai kaum perubah, akulah agent of change itu, aku, dan akan kupenuhi tugasku.
Pandanglah ibu kita yang dengan lelehan keringat membanting tulang membantu ayah membiayai kita, yang dengan rapalan doa mengkhawatirkan kita di setiap detik hidupnya, yang senantiasa terjaga matanya memikirkan kita di tiap malamnya, yang dengan tubuh rentanya bersujud memanjatkan doa di hening malam untuk kita, untuk kita pahlawannya… masih tegakah kita yang dicintai sedemikian rupa, malah melangkahkan kaki kita ke tempat maksiat, menghabiskan uang hasil keringatnya untuk foya-foya, dan menghabiskan doa dan upaya mereka dengan berleha-leha? Sungguh mereka yang berjiwa pahlawan sejati, bukanlah mereka yang dengan arogannya mengatakan, “ibu, inilah jalan saya, saya yang menentukan hidup saya”. Mereka yang berkilau dalam kemurnian adalah mereka yang mengatakan, “ibu, inilah jalan kita, mari kita raih bahagia bersama”.

4. SIR, YOU TAKE THE WRONG PATH
Kebijakan pemerintah baru-baru lalu menjadikan hutang yang dilahirkan oleh beberapa konglomerat hitam, dirasakan imbasnya oleh seluruh rakyat Indonesia, sampai kemudian muncul istilah, bahwa setiap orang Indonesia, termasuk bayi yang baru lahirpun sudah terbebani hutang sebesar 6-7 juta rupiah. Bayi yang belum bisa merasakan kenikmatan makanan, sudah harus merasakan pahitnya kehidupan. Di sisi lain, tampak anggota dewan yang terhormat berbagi “rezeki” dari pihak eksekutif dalam bentuk uang kadeudeuh sebanyak 50 juta perorang. Anggota dewan yang gajinya jutaan tersebutpun tersenyum puas (mungkin juga masih kurang puas) dengan bagi-bagi uang tersebut, sementara itu ada diantara rakyatn yang memilihnya yang merintih-rintih akibat busung lapar.
Kekuasaan merupakan stimulus lahirnya penyimpangan. Indonesia adalah jawara dalam hal ini. Lihatlah pada urutan keberapa negara subur ini berada dalam daftar Negara terkorup di dunia, lalu lihatlah, dalam urutan ke berapa Negara yang sama ada dalam keunggulan SDM. Kontras sekali, ketika pemerintah meminta rakyat untuk mengencangkan ikat pinggang (yang memang sudah sangat kencang) Toyota kijang innova sudah terpesan habis, bahkan sebelum produk Jepang tersebut masuk ke showroom, ketika seorang ibu menangkap dan memasak kucing untuk makan anak-anaknya, sekelompok anak muda menghabiskan 1,5 juta untuk kacamata “gaul” yang ia buang seminggu kemudian. Inikah keadilan?
Kekuasaan membutuhkan control. DPR terbukti sudah aktif mepertontonkan berbagai adegan untuk rakyat negeri ini. Mulai dari „sok membela, tanpa memikirkan imbas, apalagi solusi. Melakukan walk out di hadapan kamera, dan berpura-pura paling merakyat, atau adegan tidur yang kerap kita temui dalam rapat-rapat untuk kepentingan rakyat. Tak ambil pusing, dan tak mau tahu. Yang penting syahwat duniawinya terpenuhi. Pernah juga kita melihat adegan action. Saling baku hantam sesama anggota dewan “yang terhormat”. Pernah tertangkap anggota dewan yang berjudi, bermaksiat di kamar hotel, korupsi dan lain-lainnya. Sedikit saja diantara mereka yang masih lurus dan jujur membela kepentingan rakyat.
Kontrol kekuasaan mutlak dilakukan berbagai elemen. Tapi jangan tanpa aturan. Mahasiswa secara alamiah merupakan control kekuasaan yang mempunyai bargaining power yang cukup kuat. Menjaga rakyat, adalah mengkritisi pengambil kebijakan secara proporsional. Baik didukung, salah diluruskan, tak mau lurus, dijatuhkan. Semua dilakukan agar kekuasaan tidak mengambil kebijakan yang sama sekali tidak bijaksana.

4. JIWA SELURUHNYA
sayap keempat adalah ruhiyah islamiyah, satu keindahan yang menjadikan tiga sayap lainnya bernilai. Insya ALLAH.

IV. PENUTUP
Secuil pemikiran dari seorang bodoh ini diharapakan mampu memberikan kebermanfaatan bagi saudara-saudara yang dicintainya. Semoga ALLAH menjadikan persaudaraan antara kita kuat dan abadi. Kami memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan. Semoga kita termasuk barisan orang yang akan menghadap ke majelisNYA dengan anugerah kemuliaan seorang mujahid. Amin.

8 Komentar

  1. you have a same idealism with me. I hope we still always given spirit from ALLAH SWT to keep fight. Idealism is nasioanalism and religion. HIdup Mahasiswa !!!!! Hidup Rakyat Indonesia !!!!!

  2. hiduuuupppp!!!

  3. HIDUP MAHASISWA

  4. afwan gmn kabarnya kang? semoga tetap semangat!

  5. baik teh alhamdulillah..kemana aja atuuh

  6. ada aja…

  7. Alhamdulillah diberi kesempatan hamil yang ke tiga… mohon do’anya supaya sehat dan lancar. ternyata emosi jadi kurang stabil…apalgi ngurus dua anak yang lagi butuh perhatian…

  8. oh alhamdulillah..semoga disehatkan ya teh..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s