MANAJEMEN ORGANISASI

I. LATAR BELAKANG
Fitrah manusia adalah hidup secara berjama’i. Keinginan untuk diakui, menunjukkan eksistensi diri, diperhatikan dan memperhatikan merupakan beberapa indicator adanya fitrah tersebut. Di sisi lain, manusia juga merupakan makhluk dengan berbagai keterbatasan. Limitasi inilah yang kemudian mendorong manusia untuk berinteraksi, baik untuk mencukupi kebutuhan atau untuk memudahkan jalan mencapai apa yang diinginkan. Bila kita perhatikan, inilah karakteristik manusia yang akan mendorong terjadinya kesatuan dan rasa saling menyayangi, dan inilah pendorong lahirnya organisasi.
Sekelompok orang yang berkumpul tanpa aturan mungkin lebih tepat disebut kerumunan. Kelompok yang cenderung tidak mampu melakukan kinerja terpadu apapun dan tidak mampu menghasilkan produk. Kelompok orang yang berkumpul, mempunyai aturan, visi, misi dan nilai yang jelas kita sebut organisasi. Dan kelompok semacam ini, mampu berkinerja,produktif, bahkan menguasai dunia.
Untuk mencapai wujud organisasi yang solid dan berdaya, ada beberapa hal yang patut kita diskusikan lebih lanjut. Hal-hal yang menjadi faktor penentu kualitas organisasi. Faktor-faktor yang akan menghindarkan kemubaziran kekuatan, yang akan menjadikan organisasi, bagaikan keluarga dan menorehkan senyum di hati kita, insya ALLAH.

II. MANAJEMEN ORGANISASI
Syarat organisasi yang baik adalah adanya landasan yang harus dipenuhi untuk bisa membentuk organisasi yang reliable. Selanjutnya, kapabilitas manajemenlah yang menentukan, apakah potensi yang dimiliki bisa dibangun dan dikembangkan untuk meraih tujuan atau terbengkalai menjadi kesia-siaan. Manajemen organisasi mencakup beberapa bidang, diantaranya:
1. Leadership
Kepemimpinan merupakan gambaran “wajah” dan arah organisasi, yang tentunya akan mewarnai “hati” organisasi. Pemimpin dan kepemimpinanlah yang dapat mengguratkan senyum, bingung, tangis atau marah. Inilah yang semestinya menjadi fokus kita dan bukan hasil. Guratan wajah organisasi adalah sesuatu yang masih berada dalam jangkauan usaha kita, sedangkan hasil adalah anugrah, apapun bentuknya. Insya ALLAH, proses adalah yang terpenting. Hasil secara logika adalah sesuatu yang kita peroleh sebagai konsekuensi dari apa yang kita lakukan. Jadi bila kita usahakan yang terbaik, maka insya ALLAH hasil yang diperolehpun baik. Seorang bijak mengatakan, “yang terpenting bukanlah hasil apa yang telah kita peroleh, tapi usaha-usaha apa yang telah kita lakukan untuk memperolehnya”. Secara umum, kepemimpinan mencakup wilayah kerja organisatoris dan wilayah kerja humanis.
Leadership dalam organisasi terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Leadership of me
b. Leadership of my organization

2. Inter-personal relationship
Organisasi adalah keluarga dan bukan pabrik. Setiap anggota yang terlibat didalamnya menyertakan berbagai nuansa manusiawi dalam pengejawantahan amanah yang diembankan. Kurangnya perhatian terhadap hal ini akan mengakibatkan munculnya kerentanan perpecahan dan hilangnya dedikasi terhadap organisasi. Manajemen di bidang relasi antar personal mengarah kepada:
a. Perspektif yang baik terhadap positioning SDM.
b. “Aku bagian penting yang menentukan hidup matinya teman-temanku”

3. Problem solving capability
Mencakup pemahaman “siapa mampu apa”.

4. “kesegaran udara organisasi”
Atmosfer yang baik menyebabkan pohon tumbuh berbuah manis. Pemahaman akan pentingnya pembentukan suasana yang menyenangkan di organisasi akan menumbuhkan kerinduan tiap anggota terhadap organisasi, dan kerinduan adalah pendorong yang indah bagi pelaksanaan suatu pekerjaan.

5. manajemen waktu dan tawazun

III. SENI BERORGANISASI
Dalam perjalanan suatu organisasi, ada kalanya muncul berbagai hal yang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Bagi seorang aktifis, semestinya hal ini menjadi bagian yang palng seru dalam organisasi. Kerap orang-orang yang menyukai tantangan berorganisasi menyebutnya dengan sebutan “seni dalam berorganisasi“. Tantangan-tantangan (bagi sebagian orang disebut hambatan) muncul tiba-tiba ini bisa berupa berbagai hal, mulai dari mundurnya seorang kepala bidang, terjadinya musibah, berubahnya kebijakan birokrat, perubahan kondisi politik, dll. Dalam menyikapinya tentunya ada beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan, antara lain:
a. Fleksibilitas SOP (standard operation procedure).
b. Executive power.
c. Kepekaan terhadap kebenaran dan inti amanah.
d. Kejelian melihat kelemahan, kerancuan dan derajat bargaining(bargaining power).

IV. PENUTUP
Secuil pemikiran dari sorang bodoh ini diharapakan mampu memberikan kebermanfaatan bagi saudara-saudara yang dicintainya. Semoga ALLAH menjadikan persaudaraan antara kita kuat dan abadi. Kami memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan.
Setiap manusia sudah diamanahi rentang waktu tertentu untuk mempersiapkan dirinya menuju keabadian hidup kelak, sedangkan kita paham, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi saudaranya. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak lalai dalam mengemban amanah. Semoga kita termasuk barisan orang yang akan menghadap ke majelisNYA dengan anugerah kemuliaan seorang mujahid. Amin.

5 Komentar

  1. keren, bro! bikin buku aja gimana?

  2. ga PD euy.. kumaha atuh…

  3. akang yang ana kenal adalah orang terPD di dunia.semangat kang nulis buku. biar tambah banyak yang membaca tulisan akang

  4. Makasih ilmunya…salam kenal

  5. wah benar benar nambah pengetahuan aku banget
    maksih utuk yang satu ini


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s