MENDEKATINYAPUN TIDAK DIPERKENANKAN

Bayangkanlah… bayangkan kita berjalan di tepi sebuah tebing di samping jurang yang dalam sekali, sehingga apabila kita melongok ke bawah akan terasa kecil apa-apa yang ada di dasar jurang, dengan batuan runcing yang siap menyambut kita apabila kita terjatuh kedalamnya. Bayangkanlah… ada jalan setapak agak ke tengah dari tepi tebing tersebut, permukaannya datar, lurus dan tidak licin sehingga kaki-kaki kecil kita bisa melaluinya tanpa takut terpeleset dan jatuh ke jurang. Agak ke tepi, tepat di bibir tebing, di samping jalan setapak yang datar tadi terdapat jalan lain yang permukaannya agak miring ke arah jurang, ditutupi lumut yang menempel pada permukaan batu dan basah, jalan setapak yang satu ini sempit serta berkelok. terbayang sudah alangkah licin dan susahnya menjaga diri kita supaya tidak terjatuh apabila kita menggunakan jalan tersebut. Lalu sekarang jawablah pertanyaan ini… jalan manakah yang akan anda tempuh tuk mencapai tujuan? Apakah melalui jalan setapak datar dan kering? atau berani coba-coba merasa diri gagah melalui jalan berlumut, basah, sempit, berkelok di tepi jurang?
Seringkali seorang ibu melarang anaknya untuk bermain di pinggir jalan, karena takut anaknya tertabrak kendaraan yang lalu lalang di tengah jalan tersebut, padahal anak tersebut bermain di pinggir, bukan di tengah jalan, resikonya tentu tetap ada, dan ketakutan ibu tersebut sangatlah berdasar dan beralasan. Atau kita mungkin pernah melihat seorang bapak yang memarahi anaknya yang naik pohon terlalu tinggi, karena takut terjatuh, atau orang tua yang memarahi anaknya yang bermain api, bermain di pinggir kolam yang dalam atau di tepi sebuah loteng bertingkat lima. Kondisi dekat ke “celaka” ini kerap kali apabila tetap dilakukan kan membuat yang bersangkutan benar-benar celaka, kerap kali! Maka tentu semua orang akan melakukan apa yang dilakukan oleh ibu atau bapak tadi sebagai sebuah kewajiban melindungi sosok-sosok yang disayangi, menjaganya tetap hidup dan selamat. Menjauhkan diri dari resiko berbahaya karena hidup hanya satu kali, dan mesti diisi hal terbaik. Kesadaran inilah yang akan mendorong kita untuk memilih jalan setapak datar, kering dan lurus untuk menjawab pertanyaan di alinea pertama.
Sahabat, begitu pulalah seharusnya kita menyikapi hidup kita ini. Termasuk mengenai permasalahan hijab, permasalahan hubungan antara kita dengan lawan jenis kita. AR RAHMAN sudah menegaskan dalam Al-Furqon dalam surat Al-Isra’ ayat 32, „dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” mendekatinyapun dilarang. Orang yang berada dalam kondisi dekat ke zina, mempunyai kemungkinan yang sangat besar (bila tidak mau mengatakan “pasti”) untuk terjerumus ke dalam dosa besar tersebut. Dosa yang akan merubah nuansa indahnya hidup kita, nuansa indah masa depan kita, yang kan menghancurkan harapan kedua orangtua kita dan menumpahkan air mata kesedihan mereka. Sahabat, apabila kita menyayangi seseorang, maka jangan buat ia terjerumus ke dalam kubangan kotor ini. Tinggalkanlah ia dalam kesucian mulia atau nikahi dia segera!, membangun bingkai sempurna meraih ridhaNYA.
Sahabatku, dalam perjalanan waktu yang mungkin sudah sangat dekat dengan tarikan nafas terakhir kita, dalam bayang-bayang saat pemutus nikmat, marilah kita Azzamkan, kita tekadkan dengan kuat untuk melangkahkan kaki di jalan datar dan lurus, menuju tujuan mulia yaitu ridha ALLAH, AR RAHMAN AR RAHIM .. Dzat Maha Besar yang menyayangi kita, mari kita sambut uluranNYA menuju kebahagiaan hakiki. Semoga taqwa menjadi warna kita. ALLAHU MA’ANA.Wallahu alam bisshowab.

1 Komentar

  1. Alhamdulillah… akhirnya. membaca tulisan ini jadi merinding. teringat dg masa lampau
    mudah-mudahan kita selalu mendapat hidayahNya.Aamiin


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s