langkah sang da’i

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) ALLAH dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan ALLAH tetap mrnyempurnakan cahaya-NYA meskipun orang-orang kafir benci”

(Ash-Shaf 61:8)

 

I. MUKADDIMAH

            Ba’da Tahmid wa shalawat

Merupakan sebuah sunnatullah bagi siapapun yang ingin meninggikan kalimah AL AZIS untuk berhadapan dengan onak duri dan aral yang melintang di jalan mulia ini. Sebuah ujian yang akan memisahkan keikhlasan mujahid dengan pencari keduniawian, sebuah saringan untuk yang mencintai dan yang pura-pura mencintai. Sebuah kehendak untuk meninggikan derajat dihadapan Yang Maha Mulia, ALLAH, Rabbul ‘izzati.

            Kebahagiaan bukanlah terletak pada pujian manusia, bukan pada gelimangnya harta atau perhormatan massa, dan kesedihan sama sekali tidak terletak pada cacian, fitnah dan cercaan, pada cobaan keminiman benda atau ke-papa-an kita. Sungguh kebahagiaan ada pada senyum AR RAHMAN terhadap kita, dalam kondisi apapun kita berada, dan kesedihan ada pada murka AR RAHIM terhadap kita, dalam kondisi apapun kita berada, maka hanya ALLAH lah tujuan kita. Itulah pedoman kita dalam berdakwah, bukan untuk harta atau tahta, bukan untuk pujian apalagi cercaan, hanya untuk ALLAH, hanya untuk ALLAH, yang telah memuliakan kita dengan agama ini, sampai pertemuan yang sangat suci dan mengharukan menjadi kenikmatan hakiki bagi kita. Amin.

 

II. TANTANGAN EKSTERNAL

            Ada sekian banyak tantangan yang menanti seorang da’i. Izinkan kami membaginya menurut pandangan kami yang sangat terbatas.

1. Dunia

            Dunia adalah pusat pengalaman dan eksperimen manusia1. Di satu sisi, ia merupakan lahan ibadah dan dakwah. Medan tempat kita berjihad menunjukkan penghambaan dan kesungguhan dalam menegakkan agama ini. Di sisi lain, dunia adalah sesuatu yang tampak begitu indah, hingga mengalihkan tujuan indah para da’I menjadi tujuan fana dan semu. Distorsi dari jalan lurus menuju cahaya, menjadi jalan suram menuju kegelapan abadi. Dengan stimulus harta, tahta, atau syahwat terhadap lawan jenis.

            Sebagaimana disampaikan di awal, Islam menganggap dunia sebagai pusat pengalaman dan eksperimen manusia. Sebagai konsekuensinya, manusia diperintahkan untuk mengambil manfaat serta hasil terbaik darinya, tanpa sikap berlebih-lebihan. Maka hendaknya setiap da’i berpegang pada pemahaman bahwa semua sarana yang ALLAH sediakan untuk kita di dunia ini, adalah semata-mata untuk melancarkan ibadah padanya.

           

            Islam merupakan motivator untuk beramal, bekerja dan mencari rezeki, sedang di sisi lain Islam merupakan sebuah peringatan agar dunia yang fana ini tidak menjadi tujuan akhir bagi jiwa dan cita-cita2. Islam menempatkan dunia pada tempat yang akan membuat manusia yang melakukan menjadi manusia mulia, bukan budak yang menuruti hawa nafsunya.

 

“Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini tidak lain kecuali kesenangan, dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah tempat keabadian”

(Al-Mu’min 40:39)

 

“Maka janganlah kehidupan dunia menipu kalian, dan jangan pula tipu-daya itu mengecohmu dari ALLAH”

(Luqman 31:33)

 

            Ada dua faktor penyebab terjadinya penyelewengan3. diantaranya ialah:

  1. Tidak adanya suasana lingkungan yang islami, yang dapat membantu dakwah untuk membina anggota-anggotanya menjadi sosok pribadi muslim yang kuat, lurus, kukuh, serta jauh dari berbagai pengaruh eksternal dan situasi-situasi yang tidak kondusif.
  2. Pengabaian gerakan Islam terhadap manhaj-manhaj aplikatif dalam pembinaan (kaderisasi).

 

2. Stigma dan Pembentukan Paradigma

            Seorang penulis di AS mengatakan bahwa kebangkitan Islam di bidang politik dilakukan dengan berpura-pura bersikap manis. Mengedepankan simpati dan nilai-nilai moral untuk mengambil hati rakyat, namun sebenarnya merupakan sebuah pergerakan yang membahayakan.

            Penggalan di atas merupakan upaya seorang propagandis untuk mendiskreditkan Islam. Bagi seorang da’i, dibutuhkan kemudian kemampuan untuk menjawabnya dengan relevan dan sesuai, bukan berdasarkan emosi atau kejahilan. Ungkapan terkemuka yang dilontarkan hitler, „kebohongan yang dikatakan 1000 kali, akan menjadi sebuah kebenaran“ sama sekali tidak berlaku bagi umat yang paham. Maka upaya dakwah akan senantiasa mengarah pada upaya memahamkan bukan upaya doktrinasi buta. Kepahaman akan melahirkan kesetiaan, keteguhan dan totalitas, sedangkan doktrin akan melahirkan taklid buta yang membahayakan.

            Saat ini bertebaran fitnah atas Islam dan kaum muslimin. Daftar organisasi teroris PBB, apalagi AS memuat banyak sekali nama organisasi-organisasi Islam, dan sangat sedikit sekali organisasi non Islam. Islam saat ini juga di-image-kann sebagai kaum tradisionalis dan terbelakang. Andai kita dan merek tahu, bahwa dunia ini beradab karena nilai-nilai dan iptek Islam, maka kaum muslimin akan tersenyum simpul dalam izzah dan mereka tersipu dalam malu.

 

 

3. Fikrah

            Sebagai pemenuhan atas sunnatullah yang terjadi di akhir zaman, saat ini mulai bermunculan aliran-aliran yang menyimpang dari qur’an sunnah, walaupun menggunakan label Islam. Ini adalah tantangan yang membuthkan kesabaran dan kecerdikan. Setiap da’i, sebaiknya dibekali pengetahuan tentang berbahayanya mie yang dimasak dalam steorofoam, agar bisa memahamkan seorang anak yang doyan makan mie semacam itu. Tanpa pengetahuan, akan sedikit sulit untuk mengingatkan objek dakwah akan sesuatu yang membahayakan dirinya.

 

4. keawaman umat

            Hal ini umumnya menjadi penghalang dari umat terhadap indahnya nilai-nilai Islam. Bagaikan hamba yang sangat kehausan, tapi tidak berani meminum air jernih, suci dan menyegarkan di kolam di hadapannya karena ketakutan-ketakutan yang timbul dalam hati dan benaknya. Maka sebaik-baik jalan berdakwah adalah jalan Rasulullah SAW.

 

III. PENUTUP

            Sungguh inilah jalan yang akan berakhir pada pertemuan dengan AL MALIK denga Kekasih Sejati kita, yang teramat kita cintai dan yang mencintai. Robb, kami rindu padamu… maka bersegeralah menyambut undangan-NYA!!!

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s