IPB TEMUKAN BAKTERI DALAM SUSU BAYI

Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan dengan hasil penelitian IPB yang menyatakan bahwa produk susu dan makanan bayi yang beredar di masyarakat mengandung bakteri yang membahayakan. Polemik ini berlanjut dengan munculnya perbedaan pernyataan antara yang dimuat di media masa dengan penjelasan lanjutan dari pihak IPB setelah masyarakat mulai resah dan berita mengenai hal ini semakin marak. Berikut saya lampirkan berita mengenai hal ini dari Pikiran Rakyat, mohon dibaca juga penjelasan dari IPB dalam „Penelitian Susu Formula Dilakukan Tahun 2003“ dengan sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/2/29/jubir-ipb-penelitian-susu-formula-dilakukan-tahun-2003/

sumber: Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).-

Pemerintah diminta segera menarik produk susu formula dan bubur bayi yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. “Masalah bakteri, konsumen tidak bisa melihatnya. Mereka baru merasakan apabila sudah terkena dampaknya. Oleh sebab itu, lebih baik bahan makanan yang tercemar harus ditarik dari pasaran,” kata Ketua YLKI Husna Zahir yang dikutip okezone, Minggu (24/2).

Husna mengatakan, penarikan produk itu perlu dilakukan sambil menunggu hasil keputusan yang diambil pemerintah terkait dengan temuan itu. “Sambil menunggu tim gabungan bekerja, pemerintah bisa menarik produk yang tercemar, sehingga konsumen tidak dirugikan,” katanya.

Hal itu dikemukakan Husna terkait penemuan para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya Enterobacter sakazakii dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan radang selaput otak. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri beracun. Tiga dari 46 sampel bubur susu bayi juga tercemar bakteri itu.

“Awalnya kami hanya ingin meneliti penyebab diare pada bayi, tapi saya malah kaget dengan ditemukannya Enterobacter sakazakii, bukan bakteri Escherichia coli yang sering ditemukan itu,” kata Ketua Tim Peneliti IPB, Sri Estuningsih, yang juga seorang ahli susu sapi dan makanan anak.

Menurut dia, bakteri Enterobacter sakazakii sangat membahayakan. Selain bisa menyebabkan radang selaput otak, bakteri itu juga bisa menyebabkan radang usus dan peradangan jaringan di seluruh tubuh. “Apalagi, susu formula dan bubur bayi banyak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Ini sangat membahayakan,” katanya.

Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2003 dan terus disempurnakan, sebelum akhirnya dipublikasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Namun, dengan alasan Badan POM tidak memiliki kewenangan, penelitian baru ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan lembaga terkait, Sabtu (23/2).

Dijelaskan Sri, temuan bakteri Enterobacter sakazakii pada susu formula dan bubur bayi itu baru ditindaklanjuti oleh pemerintah, dengan membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus itu. “Kami, (Sabtu) kemarin telah melakukan rapat dengan lembaga terkait di Kantor Departemen Pertanian untuk membahas temuan kami,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan hasil pertemuan itu diputuskan pembentukan tim gabungan yang berasal dari Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Badan POM, dan tim peneliti IPB yang melakukan penelitian tersebut. “Nantinya, masing-masing tim akan bekerja sesuai dengan kapasitasnya,” tuturnya.

Departemen Kesehatan, misalnya, akan meneliti tentang proses pembuatannya. Departemen Pertanian pada bahan dasarnya, dan Badan POM akan melakukan pendekatan kepada produsen. “Setelah tim gabungan ini bekerja, nanti akan ditentukan langkah konkretnya,” ujar Sri.

Umumkan segera

Sementara itu, masyarakat meminta agar pemerintah atau Balai Besar POM Bandung segera melakukan penelusuran seputar masalah susu formula dan bubur bayi yang ditengarai mengandung Enterobacter sakazakii. Hal itu diperlukan agar masyarakat terhindar dari efek yang tidak diinginkan.

“Tetapi yang lebih penting, pemerintah segera mengumumkan nama susu formula dan bubur bayi yang bermasalah, agar masyarakat bisa menghindari produk beracun tersebut,” ujar Dewi, ibu dari dua anak di daerah Pasteur yang mengaku mengetahui hal itu dari internet.

Ketika “PR” meminta konfirmasi seputar masalah tersebut ke Balai Besar POM di Bandung, mereka menyatakan belum menerima informasi seputar masalah tersebut dari Badan POM. “Saya juga malah baru mengetahui masalah tersebut dari salah satu media elektronik siang tadi,” ujar Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar POM Bandung, Dra. Siti Nuraniyah kepada “PR”, Minggu (24/2).

“Biasanya, jika ada masalah yang harus ditindaklanjuti, Balai Besar POM Bandung menerima faksimile, dan dari sana baru kita bisa melakukan tindakan selanjutnya, sesuai dengan tugas yang diberikan. Tapi sejak Jumat kemarin, kami tidak menerima surat apa pun,” katanya. (A-34/A-62)***

7 Komentar

  1. Alih-alih menarik susu dari peredaran. Lha wong mereka semua sibuk dengan berwacana baru. Soal kredibilitas IPB, Penelitian ada tendensi tertentu…
    Sementara kita dibuat pada bengong……

  2. kemarin beredar sms kpd saya mengenai produk2 yang mengandung bakteri di atas, diantaranya susu dancow… yang saya tahu susu ini yang paling murah dan terkenal, semua kalangan pasti lebih memilih susu yang terjangkau dan bergizi. kalau memang betul begitu, semestinya umat islam khususnya ummahat tidak perlu khawatir lagi. seperti sudah diketahui susu dancow ini kan produknya nestle,salah satu merk yang musti di boikot, jadi ketahuan berbahaya juga kan? maksud saya ada hikmahnya produk itu diboikot ternyata mengandung dampak yang sangat berbahaya!!!
    setelah saya membaca literatur ttg makanan yang dapat menurunkan antibodi tubuh salah satunya selain anti biotik dan vaksinasi adalah susu sapi… wah kaget juga padahal saya tahu susu itu minuman sehat dan bergizi tinggi sejak kecil. ternyata susu sapi itu tidak cocok untuk pencernaan manusia, begitu… well, solusinya bisa membuat susu dari kedelai tapi kedelai asli lho bukan transgenik, juga susu dari kacang almond walau rasanya sedikit kurang enak tapi kandungan gizinya gak kalah dengan susu sapi tinggal tambah madu saja atau gula sedikit…buat bubur bayi, biasakan anak sejak kecil makan makanan yang sehat dan alami bukan buatan pabrik! Insya Allah mudah kok membuatnya ditambah dengan sayuran dan makanan tambahan lainnya. jadi punya anak yang sehat ga i harus minum susu dan bubur susu buatan pabrik yang jelas mengandung pengawet dan tambahan makanan buatan lainnya. yang penting lagi halal…

  3. wah wah penting bgt ni infonya teh..syukron jazakillah khair katsiron ya.
    denger2 di swiss, kalo ada karyawan salah satu produk susu bagi bayi hamil, maka manajemennya ngasi libur cuti 2 tahun penuh, agar ibu itu nyusuin anaknya…padahal kerja di perusahaan susu formula.susunya dikemanakan? dijual ke negara2 berkembang, including indonesaku tercinta hehe dasar ya..

  4. bukan hamil hehe…melahirkan

  5. Memang intinya susu sapi tetap aja berbahaya.
    Blom hormon pertumbuhan sapi, blom sapi di paksa jadi kanibal, blom infeksi pada puting sapi, blom kandungan antibiotik dan sulfur pada sapi

    susu the most political food in the world

  6. hi
    http://abribob1.net

  7. Hey All, it’s always nice to meet new people..Just wanted to introduce my self as new comer into the forum and for you all please feel free to ad me to your buddy list


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s