adnan buyung, pembela ahmadiyah

tulisan ini merupakan copy paste dari http://www.swaramuslim.com. kami menyayangkan sikap adnan sebagai salah satu wantimpres yang begitu emosional menanggapi kasus ahmadiyah. ahmadiyah adalah aliran yang menyimpang dari Islam, jadi bukan mengatasnamakan agama baru. kebebasan beragama semestinya berarti bagi agama masing-masing, bukan untuk penyimpang sebuah agama. apakah ada kebebasan bagi penyimpang sebuah agama? boleh agama diselewengkan lalu bebas melangkah atas alasan kebebasan? tidak! semoga cukup kognitifitas kita untuk mencerna itu.

Adnan Buyung Anggap HTI, MMI dan FUI Bukan Wakil Masyarakat

Oleh : Redaksi 07 May 2008 – 7:00 pm


Pemerintah Gamang Penundaan SKB Ahmadiyah Ancam Konflik

imagePengacara Adnan Buyung Nasution mengaku siap memasang badan menghadapi organisasi Islam pendukung pembubaran Jemaah Ahmadiyah. Anggota Wantimpres ini bahkan mengaku rela mati demi membela Ahmadiyah. Pernyataan Adnan ini disampaikan kepada wartawan usai mengikuti rapat tukar pendapat dengan pemerintah mengenai draf isi SKB Tiga Menteri tentang Jemaah Ahmadiyah, Selasa (6/5) kemarin di Kantor Sesneg, Jl Majapahit, Jakarta.

“Kalau ada golongan garis keras, entah namanya FPI, HTI, MMI, FUI, yang selama ini sesumbar ngancam menyerbu Istana, mau menduduki Istana, coba kalo berani! Saya akan di situ membela pemerintah. Jangan coba-coba main adu kekerasan. Matipun untuk konstitusi nggak apa-apa!” tegas dia.

Lebih jauh, Buyung juga menganggap, kelompok-kelompok ini bukan wakil masyarakat.

“Mereka itu bukan wakil masyarakat. Segelintir orang saja jumlah mereka semua. Masa rakyat Indonesia mau diam semua? Harus kita bela negara dan konstitusi” seru Buyung dikutip detik.com.

Adnan Buyung beberapa hari ini ikut terpancing menyalahkan organisasi-organisasi Islam seolah-olah mereka biang kekerasan terhadap Ahmadiyah.

Forum Ukhuwah Islam (FUI) yang disebut-sebut Buyung tidak merepresantrikan masyarakat adalah gabungan forum yang terdiri lebih dari 30 ormas Islam.

Dalam setiap aksi FUI, biasanya terdiri dari gabungan puluhan ormas Islam. FUI yang terdiri dari elemen masyarakat, ormas Islam dan partai politik. Diantaranya; Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), KAMMI, Dewan Dakwah Islam (DDI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Ikatan Mahasiswa, FBR, KISDI, Persaudaraan Muslim Indonesia, PPP, PBB, PKS, PBR, LPPI, PERTI, Al-Ijtihadiyah, Hidayatullah dan banyak lagi.

Penyebutan Buyung dengan mengecilkan arti kelompok-kelompok Islam seolah-olah bukan wakil masyarakat mungkin akan menjadi masalah baru. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Pembela “kesesatan” Ahmadiyah mulai berani unjuk gigi. Ratusan orang pengikut, pembela dan aktivis liberal ambil bagian dalam demontrasi guna membela aliran Ahmadiyah yang dianggap sesat ulama di Jakarta.[afp]

Alisansi Kebangsaan mendesak pemerintah membubarkan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem). Lembaga ini dianggap peninggalan Orde Baru yang mengabaikan hak asasi manusia.

Dalam konfrensi pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Ahad (4/5), Aliansi Kebangsaan menyatakan rekomendasi yang dikeluarkan Bakor Pakem tak berdasar hukum, melainkan hanya berdasar tafsir agama dari pihak-pihak tertentu. Bakor Pakem pun tak berwenang menyatakan suatu ajaran itu terlarang atau tidak. Kasus Ahmadiyah, misalnya. Mereka mengancam akan memperkarakan Bakor Pakem bila Ahmadiyah benar-benar dilarang lewat surat keputusan bersama tiga menteri.

Pemerintah Gamang, Penundaan SKB Ahmadiyah Ancam Konflik
imageKetua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menilai pemerintah gamang dalam menghadapi aliran Ahmadiyah terkait dengan rencana penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang terus ditunda-tunda.

Ditegaskannya, NU menganggap Ahmadiyah sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam, namun apakah aliran ini boleh berdiri atau tidak adalah urusan negara.

“NU punya kewajiban meluruskan ajaran yang bengkok melalui pendekatan dakwah dan pencerahan agama dan jangan sampai ada orang NU yang masuk ke sana,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Agung Laksono juga menyatakan agar kebijakan yang dibuat oleh pemerintah jangan sampai memicu kekerasan dan korban jiwa karena pengikut Ahmadiyah juga warga negara Indonesia.

Ancam Konflik
imageSementara itu, Majelis Syuro Tim Pengacara Muslim (TPM) yang terdiri dari sejumlah ulama, Selasa (6/5), menyampaikan pernyataan sikapnya terkait belum keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai status Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Indonesia. Para ulama, tersebut adalah Ustad Abubakar Baasyir, Habib Riziq Sihab, KH Athian Ali M. Dai, KH Thoha Abdurrahman, Habib Husein Assegaf, dan KH Ahmad Sukina.

Melalui pernyataan sikap yang dibacakan Abu Bakar Baasyir, mereka mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan keputusan resmi tentang pelarangan dan pembubaran Ahmadiyah. Pernyataan itu dibacakan dalam jumpa pers di Kantor Mahendradatta, kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (6/5) lalu.

“Mengingatkan pemerintah bahwa penundaan keputusan tersebut (SKB) di atas berpotensi untuk menciptakan konflik horizontal. Bila pemerintah tidak segera mengambil keputusan, dengan terpaksa kami akan meminta bantuan dunia internasional untuk menyelesaikan masalah ini,” demikian Baasyir membacakan salah satu butir pernyataan sikap yang merupakan hasil keputusan musyawarah para ulama.

Penyelesaian masalah itu, dipaparkan Baasyir, akan ditempuh dengan melibatkan Organisasi Konferensi Islam (OKI), Rabithah Alam Islami dan Kepala-kepala Negara Islam.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta pemerintah Arab Saudi melalui kedutaan besarnya di Jakarta, agar melakukan seleksi ketat terhadap setiap calon jamaah haji Indonesia.

“Hal ini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan bukan Jamaah Ahmadiyah, dengan rekomendasi resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), sejalan dengan keputusan pemerintah Arab Saudi yang telah melarang Jamaah Ahmadiyah memasuki tanah suci,” lanjutnya.

Para ulama ini tidak menentukan batas waktu mengenai pengeluaran SKB tersebut. Namun, dengan tegas mereka menyatakan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab terhadap ekses yang terjadi akibat penundaan itu. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

6 Komentar

  1. Allohu Akbar!!! sudah jelaslah musuh2 islam di negeri kita yang tercinta ini…
    mereka orang islam tapi sangat memusuhi islam dan menghina ulama yang merupakan orang yang dimuliakan oleh agama bahkan oleh Alloh dan RosulNya.
    sepertinya genderang perang sudah berbunyi, namun sayang musuh kita ternyata sesama orang yang mengaku islam.ironis… saat kita mempersiapkan perang dengan musuh islam sebenarnya terhambat oleh saudara sesama islam sendiri. hati2 dan tetap waspada.
    kembalikan lagi kepada Alloh dan rasulnya jika kita ingin ditolong oleh Alloh…
    kepada FUI teruslah berjuang. Alloh senantiasa bersama kita. Amin

  2. setujuuuUUUuuu sama Aisha Fatima!!!

  3. adnan adnan..kaya orang ga berlogika aja..sok terkenal tapi bego!

  4. sepakat pisan teh

  5. […] adnan buyung, pembela ahmadiyah […]

  6. Allahu Akbar..

    kpan si Ahmadiyah di bubarkan.
    udah jelas-jelas mreka semua udah sesat, masih aja dilindungin,,
    kami mohon kepada pemerintah biar segera membubarkan Ahmadiyah
    secepatnya,

    Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s